“HIDUP & LAJANG BAHAGIA”

“Ke maluku”








Pada tahun 1987 setelah bapak saya lulus dari kuliahnya diharuskan inpres ke daerah untuk ditugaskan jadi dokter umum dia menjalankan tugas sebagai dokter umum, nama saya putut adhi komara dan adik-adik saya bagus,ayu dan orang tua saya begini ceritanya pada saat itu saya dan keluarga tinggal di daerah Jakarta utara yaitu? semper juga tinggal sama adik-adik dari bokap beberapa tahun disana yaitu tante diana dan tante titin juga sempat sekolah taman kanak-kanak dan juga sempat gerak jalan sama seluruh anak-anak tk disana gue pakai pakaian adat jawa dan juga dipasangin sama anak wanitanya satu- persatu anak –anak tknya yaitu jalan keliling semper dan balik ke tk karena itu pas kelulusan dari tk gue yang ikuti gue tante gue diana juga foto-foto gw pakai kamera pas pulang adik gue pakai pakaian gue dari tk dan juga hampir kerampokan disana ada maling masuk kerumah melalui jendela ruang tamu yang sudah untung hanya posisi televisi yang berubah belum sempat diambil , didaerah itu pada saat itu karena orang tua bapak saya lagi kurang cocok kami diungsikan ke rumah kakek atau bapak dari ibu saya di daerah tanjung priuk di jalan dairi satu nama bapak dari ibu saya namanya soediono.pas berangkat pada antar kepelabuhaan tanjung priuk diantar sama om saya? om budi dan sepupu saya angga juga keluarga nyokap datang dan juga bokap yaitu pade eno.

itu gw sempat juga sekolah yaitu taman kanak-kanak,disana dari bayi atau balita, .nama bapak saya pak hari dan ibu mama tuti,tak lama bapak saya lulus dari univeritas Indonesia tahun 1986 pada jaman itu kalau sudah jadi dokter harus inpres yang ditempatkan pelosok Indonesia tergantung dapatnya selama lima tahun saya tinggal di pulau terpencil namanya payahe didaerah maluku utara tepatnya di halmahera tengah kecamatan oba disana yang tinggal berbagi suku dari jawa,maluku utara,cina,dan keturunan arab dan suku pedalamannya nama takgutil dia kalau perlu aja turun gunung untuk membeli sesuatu barang dengan bartel yaitu tukar barang dengan barang ,sebelum cerita berlanjut mari kita ikuti perjalannya dari Jakarta pada saat itu harus naik kapal laut pelni ke ambon...”

Berselang berapa hari saya dan keluarga berangkat ke maluku menuju ke tidore untuk mengurusi administrasi pegawai sebagai pegawai negeri yang di utus ke maluku utara yang ditempatkan pulau payahe,setelah sama kami tinggal di rumah dinas teman bokap ditidore ,pada hari besoknya langsung di terus ke payahe....



Kira –kira delapan jam berjalanan dengan perahu kapal dan melewati banyak pulau-pulau kecil dan sampai dipulau kita tujuan yaitu payahe didaerah itu tidak ada pelabuhan kapal laut karena lautnya dangkal harus cebur dan jalan ketepian utuk menuju daratan,bukan disitu pelabuhannya kita harus mutar ke daerah lain yaitu namanya gita pelabuhan kecil , air lautnya sangat jernih sampai bisa lihat isi lautnya banyak ikan-ikan kecil dan besar,batu karang ,didalamnya kadang-kadang ada ikan hiu ,kami diantar sama pegawai puskesmas ke rumah dinas bapak saya ,rumahnya lumayan besar ada tiga kamar tidur dua kamar mandi dan garasi mobil ambulan Toyota kijang kotak warna putih .sempat juga punya pembantu juga dari sana yang

0 komentar:

Mengenai Saya

Foto Saya
simple guy,nice guy